Kegiatan Orang Tua dan Anak (6-9 Bulan)

ayah_anak

Sudah tidak sabar melakukan berbagai hal dengan si kecil? Sekaranglah saat yang tepat untuk melakukan eksplorasi lebih jauh. Dibandingkan bayi berusia 0-3 bulan, bayi usia 6-9 bulan sudah mengembangkan kemampuan interaksi yang cukup baik. Kini, ia juga sudah bisa telentang dan telungkup sendiri, dan sudah siap menjajaki kemampuan baru, seperti berdiri dan bermain benda lain selain boneka. Secara garis besar, kegiatan-kegiatan stimulasi yang kita lakukan bersama bayi mengandung empat kelompok tujuan: mengembangkan motorik kasar, mengembangkan motorik halus, mengembangkan kemampuan bicara dan bahasa bayi, dan mengembangkan kemampuan untuk bersosialisasi dan mandiri.

Variasi kegiatan untuk keempat tujuan itu bisa lebih luas lagi seiring dengan bertambahnya usia si anak. Pada tahap 6-9 bulan, kegiatan orang tua dan bayi bisa mulai dilakukan di ruang terbuka. Biarkan anak menikmati udara bebas, melihat pohon, rumput, tumbuhan bunga, langit, anak-anak dan orang dewasa yang lain, merasakan semilir angin, melihat binatang (kucing, anjing, burung) dan sebagainya. Alam bebas mengandung potensi stimulasi yang tidak ada habisnya dalam merangsang rasa keingintahuan seorang anak. Ajak ia berjalan-jalan sambil menerangkan berbagai hal kepadanya. Berikan ia bola; umumnya bayi senang melihat benda bulat yang bergerak menggelinding, atau jatuh dan membal dengan sentuhan pelan itu. Ajak pula ia bercanda, coba lakukan gerakan-gerakan lucu untuk memancing reaksinya. Ajak pula ia bersalaman dan ajari ia melambaikan tangan. Di usia ini pula bayi senang bermain dengan remote control; mereka senang memerhatikan tombol dan mencoba-coba memencetnya. Kegiatan bayi 6-9 bulan lainnya bisa anda lakukan dengan mendekorasi kamar bayi yang bagus seperti dalam pemilihan warna serta peralatan yang ada didalamnya, untuk merangsang motorik halus adalah dengan membiarkannya memakan sendiri camilannya. Coba sodorkan biskuit kesukaannya, dan biarkan saja ia mencoba makan sendiri dengan tangan. Koordinasi tangan dan mulut, yang terasa mudah saja untuk orang dewasa, adalah tugas yang cukup rumit untuk anak bayi. Keberhasilan memasukkan makanan ke mulut adalah prestasi bagi bayi; jangan lupa untuk murah hati memberikan pujian karena hal inilah yang akan memupuk rasa percaya diri anak.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply