Penitipan Anak–Mengatasi Kecemasan Anak Saat Ditinggal Perkembangan zaman tidak hanya ditandai oleh kemajuan teknologi, produk kebudayaan, tingkat pendidikan, ataupun kenaikan tingkat ekonomi suatu masyarakat. Hal lain yang juga terkena pengaruh kemajuan adalah pola asuh sebuah keluarga. Kurang lebih dua dekade lalu, single-income family (yang direpresentasikan oleh pihak bapak yang pergi bekerja) menjadi model mayoritas keluarga-keluarga di Indonesia. Selain itu, hubungan kekerabatan dengan keluarga besar pun masih erat, sehingga kalaupun kedua orang tua bekerja, anak, biasanya, diasuh oleh nenek, kakek, atau tante mereka. Namun, tuntutan biaya hidup yang semakin tinggi, jarak yang memisahkan keluarga inti dan keluarga besar, pelan-pelan mengubah semua ini. Double-income family, yang artinya baik istri maupun suami bekerja, semakin menjadi kelaziman. Begitu pula dengan rentang jarak antara keluarga inti dengan keluarga besar.
Mengingat tidak ada yang menjaga anak di rumah, tidak sedikit keluarga kelas menengah yang kemudian berpaling mencari bantuan eksternal: tempat penitipan bayi. Dengan menitipkan anak, kedua orang tua menjadi tenang bekerja tanpa harus (terlalu) khawatir mengenai keadaan anak mereka disamping itu penitipan anak dapat juga ikut berperan untuk mendidik disiplin anak. Namun, bagaimana dengan si anak sendiri? Berada di tempat yang sama sekali asing baginya, terpisah dari kedua orang tuanya, berpotensi memicu separation anxiety, atau kecemasan terhadap perpisahan. Gambarannya sama dengan anak balita yang baru masuk TK; ada anak yang akan menangis dan merajuk, agar boleh tinggal terus bersama ibu atau ayahnya. Bagaimana cara menghibur bayi yang gelisah ditinggal pergi? Pertama-tama, cari timing yang tepat – tinggalkan anak setelah kebutuhan dasarnya, seperti makan dan tidur, terpenuhi. Lalu, tidak usah berlama-lama berpamitan; cukup peluk dan cium anak, katakan anda pasti kembali. Jika orang tua terlalu heboh, anak pun akan merasa bahwa peristiwa itu menakutkan dan menyedihkan. Kemudian, pulanglah tepat waktu seperti yang anda janjikan dan jangan pergi diam-diam. Lama-lama, anak akan mengerti bahwa orang tua yang pergi berkegiatan adalah hal yang wajar. Tips menghibur bayi dengan memberi hadiah bayi khusus dapat juga anda lakukan sebagai tanda kasih sayang anda atau secara komplit dapat anda temukan di majalah mengasuh anak, juga internet.
RSS Feed
Twitter


June 5th, 2010
admin
Posted in
Tags: 

